Festival Hadroh Se-Kalbar 2019 Dimulai - NURMASINTANG.COM

NURMASINTANG.COM

Menyajikan Informasi Seputar Yayasan Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma'arif Sintang

nurmasintang.com

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, November 14, 2019

Festival Hadroh Se-Kalbar 2019 Dimulai


www.nurmasintang.com - Festival Hadroh Se-Kalimantan Barat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2019, di Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma'arif Sintang resmi dimulai pada Jumat (15/11/2019) pagi. Sebanyak 40 Grub Hadroh mengikuti Festival yang kedua kalinya ini, dan akan memperebutkan Piala Bupati Sintang.

Festival Hadroh Se-Kalbar ini akan berlangsung selama dua hari yakni Jumat sampai Sabtu (15-16/11/2019) dan akan ditutup serta pembagian hadiah bagi pemenang pada acara puncak Tabligh Akbar bersama Habib Abdullah bin Muhammad Ridho bin Yahya pada Minggu (17/11/2019) mendatang.

Pembukaan Festival Hadroh Se-Kalbar ini dihadiri perwakilan Bupati Sintang, Danrem 121 Alam Banawanawai Sintang, Kasrem 121 Alam Banawanawai Sintang, Danyon Yonif 642 Kapuas Sintang, Polsekta dan Polsek Tebelian, Kemenag Sintang, Pendiri Yayasan Ponpes Agropolitan Nurul Ma'arif Sintang, Direktur Ponpes Agropolitan Nurul Ma'arif Sintang, Dewan Guru Pondok Pesantren Nurul Ma'arif dan Darul Ma'arif Sintang, serta para tamu undangan.


Membacakan sambutan Bupati Sintang, Hilmi S.Sos, M.Si mengatakan atas nama Pemerintah Daerah, dirinya mengapreasi kegiatan Festival Hadroh Se-Kalbar karena sesuai visi pembangunan tahun 2016-2021 yaitu mewujudkan masyarakat Sintang yang religius.

"Dari visi ini akan dilakukan berbagai upaya peningkatan kualitas kehidupan beragama di Kabupaten Sintang sehingga dapat mewujudkan masyarakat bermoral, beretika, berbudaya dan beradab," tuturnya.

Festival Hadroh merupakan salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai agama melalui musik religius yang dituangkan dalam musik  hadroh.

"Melalui tradisi hadroh ini dapat mendorong dan dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan nilai-nilai keislaman, baik yang sifatnya langsung berhubungan dengan Allah SWT maupun hubungan sesama manusia," jelasnya.

Hilmi melanjutkan, seni hadroh juga merupakan salah satu wahana untuk berdakwah karena di dalamnya banyak mengandung pesan-pesan moral dan keagamaan, melalui seni yang merupakan bahasa universal dan menghasilkan jiwa-jiwa yang lembut, dakwah yang dilakukan akan menghasilkan sikap keberagaman yang lembut dan santun.

"Dalam era globalisasi saat ini seni budaya asing yang kurang sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa seringkali menggerusi budaya lokal yang ada dan telah lama berkembang di tanah air, banyak kebudayaan lokal yang tidak mampu menjadi tuan rumah di tengah persaingan kebudayaan yang berkembang pada masa kini," ujarnya.

Hilmi menambahkan, sebaliknya, beberapa produk budaya asli Indonesia yang seakan-akan mati suri di negeri sendiri, justru diapresiasi di negeri asing, sehingga tidak sedikit yang diakui dan dipatenkan sebagai kebudayaan milik negara tersebut.

"Sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban seluruh rakyat Indonesia untuk senantiasa mengembangkan produk budaya lokal, agar lestari di negeri sendiri. Di tengah arus perubahan pengaruh budaya barat, tidak menutup kemungkinan seni hadroh sebagai seni budaya bangsa yang islami, lambat laun akan ditinggalkan oleh masyarakat, karena itu perlu kiranya dilakukan pelestarian oleh seluruh komponen masyarakat khususnya masyarakat Islam, termasuk melalui kegiatan-kegiatan festival hadroh ini. Saya berharap melalui festival hadroh ini bisa menjadi ajang untuk menyiarkan agama Islam," tutupnya.

Penulis: Sukardi
Editor : Sukardi

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad